BOLTARA,FORKOTNews- Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTTI) Syekh Haji Amran Waly Al-Khalidi sukses menggelar Safari Dakwah Dewan Guru yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H / 2026 M.
Kegiatan ini dilaksanakan dipusatkan di Balai Darul Ihsan, Desa Batu Bantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara,”Selasa,(07.09.2026)
Safari Dakwah ini menjadi momentum penguatan ukhuwah dan pendalaman nilai-nilai tauhid tasawuf di wilayah Indonesia Timur” Hadir dalam kegiatan tersebut:
1. KH. dr. Khairunnas – Waly Nanggroe Jakarta / Dewan Guru MPTTI 2. KH. Anshari Abbasi – Pimpinan Ponpes Baitul Inabah Banjer Manado 3. KH. Abun Muslim Bongkod – Pimpinan Ponpes Shiratal Mustaqim Likupang 4. Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo – Penasehat MPTTI Indonesia 5. KH. Dr. Hamdan Ladiku – Waly Nanggroe Provinsi Gorontalo / Pimpinan Ponpes Sufi Nur Hakikat Tabongo Gorontalo 6. Abul Habaib Tgk. Muhammad Fadli Soenoto – Waly Pineleng 7. Dr. Najamudin Petta Solong – Waly Perguruan Tinggi Gorontalo 8. H. Darmawan Duming – Panglima MPTTI Provinsi Gorontalo / Legislator Kota Gorontalo 9. Tgk. Ust. Noval Djafar – Sekretaris Jenderal MPTTI Indonesia Timur,Turut hadir jamaah MPTTI se-Gorontalo dan Sulawesi Utara, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam tausiyah hikmah Maulid, Dewan Guru MPTTI menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti pada seremonial tahunan dan ekspresi cinta kepada pribadi Nabi semata.
Maulid harus melahirkan maulud, yakni buah nyata dari kelahiran Rasulullah SAW, berupa lahirnya akhlak mulia, kasih sayang, dan semangat persatuan di tengah umat.
”Cinta kepada Nabi SAW harus dibuktikan dengan cinta kepada ummat Muhammad. Bukan hanya dengan dana, tetapi dengan berdakwah hingga ke pelosok kampung. Tidak mungkin seseorang mengaku pecinta Nabi jika lisannya masih menyakiti sesama muslim, hatinya masih memecah belah, dan perbuatannya masih menzalimi umat yang justru sangat dicintai dan diperjuangkan oleh Rasulullah SAW,” demikian petikan hikmah yang disampaikan Dewan Guru,Para Dewan Guru menekankan pentingnya bashirah atau mata hati yang terang. Dengan bashirah, umat diajak naik dari sekadar syariat lahir menuju hakikat. Tidak hanya mengejar hakikat syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW berupa hukum, ibadah, dan aturan, tetapi juga mengejar hakikat pembawa syariat itu sendiri, yakni pribadi Nabi yang penuh rahmat, jujur, dan berakhlak mulia.
Puncaknya adalah sampai kepada hakikat pemilik syariat itu sendiri, yakni Allah SWT. Maulid bukan sekadar berkumpul dan bershalawat, melainkan jalan untuk menyambungkan cinta kepada Nabi, cinta kepada umat, dan cinta kepada Allah SWT.
Kegiatan Safari Dakwah dan Maulid ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara.**
(Redaksi)










