BOROKO,FORKOTNews– Dampak kekeringan ekstrem akibat musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sangat dirasakan warga di wilayah dataran tinggi dan jauh dari sumber air. Salah satu yang paling terdampak adalah Desa Komus 1 dan Desa Komus 2, Kecamatan Kaidipang.
Warga di dua desa tersebut, yang mayoritas merupakan masyarakat etnis Sanger, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sumber air mengering dan warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air.
Merespons kondisi tersebut, Gerakan Pramuka Gugus Depan SMK Negeri 1 Kaidipang dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara, melaksanakan Bakti Sosial Penyaluran Air Bersih.
Sebanyak 500 galon air bersih disalurkan langsung secara door-to-door kepada warga.
Mobilisasi dilakukan selama dua hari:
• Minggu, 23 Agustus 2026: Penyaluran di Desa Komus 2 • Senin, 24 Agustus 2026: Penyaluran di Desa Komus 1
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala SMK Negeri 1 Kaidipang, Mohammad Anshar Nusa, S.Pd., M.Si, didampingi Pembina Pramuka Febrianto Pakaya, bersama 35 anggota Penegak Pramuka SMK Negeri 1 Kaidipang. Bantuan diangkut menggunakan mobil pickup dan kendaraan operasional sekolah menuju lokasi yang sulit dijangkau.
Kepala SMK Negeri 1 Kaidipang, Mohammad Anshar Nusa mengatakan, kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian sosial sekolah.
“Ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kami. Kami hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang saling peduli. Semoga bantuan 500 galon ini dapat meringankan beban warga Desa Komus 1 dan Komus 2 yang sedang menghadapi kemarau panjang,” ujar Anshar Nusa.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi laboratorium karakter bagi siswa.
“Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa. Bahwa semangat Pramuka itu bukan hanya keterampilan baris-berbaris dan berkemah di lapangan, tetapi yang paling utama adalah jiwa berbakti, gotong royong, dan bermanfaat bagi sesama, terutama saat masyarakat sangat membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, warga Desa Komus 1 dan Komus 2 menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Bantuan ini dinilai sangat membantu karena selama ini warga harus berjuang mencari air bersih yang lokasinya jauh dari permukiman.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 1 Kaidipang berharap dapat menumbuhkan semangat empati dan menginspirasi sekolah lain untuk turut peduli terhadap krisis air bersih di Bolmut selama musim kemarau ini,**
(Redaksi)










