BOROKO,FORKOTNews – Kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Nino khususnya yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) harus direspons dengan langkah mitigasi yang cepat, tepat, dan terukur,hampir seluruh wilayah di Sulawesi utara ini telah mengalami dampak akibat kemarau panjang,”
Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi 3 DPRD Boltara, Abdul Zamad Lauma, S.IP (AZL), menanggapi Rapat Koordinasi Forkopimda Boltara terkait penanganan dampak kemarau, Selasa (01/09/2026)
DPRD Boltara mengapresiasi Rakor Forkopimda sebagai bentuk kekompakan dan Soliditas Pemerintah daerah Boltara,
”Rakor hari ini tidak boleh berhenti di atas meja. Harus ada action nyata di lapangan. Yang paling mendesak adalah jaminan ketersediaan air bersih bagi warga, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta penanganan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat,” ujar AZL.
Saran dan masukan DPRD Boltara adalah sebagai berikut :
1. Bentuk Posko Siaga Bencana di Tiap Kecamatan,AZL mendesak Pemerintah Daerah melalui BPBD untuk segera mengaktifkan posko-posko siaga bencana kekeringan hingga tingkat kecamatan. Posko ini menjadi pusat informasi, distribusi air bersih, dan early warning system Karhutla.
2. Siapkan Anggaran Taktis Bencana
Seluruh penanganan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. DPRD mendorong penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) atau anggaran cadangan kebencanaan secara proporsional dan akuntabel.
3. Pengelolaan Anggaran Harus Transparan dan Didampingi APH
AZL mengingatkan, karena seluruh kegiatan penanggulangan bencana bersumber dari APBD, pengelolaannya harus transparan dan sesuai regulasi.
”Saya meminta agar Kejaksaan dan Kepolisian dilibatkan untuk melakukan pendampingan sejak perencanaan hingga penyaluran. Ini penting agar niat baik kita membantu masyarakat tidak berujung pada persoalan hukum di kemudian hari, seperti yang terjadi di beberapa daerah lain,” tegas Lauma.
Menurutnya, esensi pengelolaan bencana adalah tiga hal: mengurangi risiko dan kerentanan masyarakat, menyelamatkan jiwa dan meminimalkan kerugian harta benda, serta mempercepat pemulihan pasca-bencana.
Di akhir pernyataannya, AZL mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama sama memanjatkan berdoa agar musim kemarau saat ini segera berakhir.
”Kita doakan bersama semoga kemarau tahun ini segera berlalu, sehingga aktivitas masyarakat, pertanian, dan perekonomian di Boltara bisa kembali normal,” pungkasnya.
Reporter : Suharto Harudja
Publisher : Rafly Dwiputra










