Lahan tidur Bersertifikat Selama 2 Tahun akan di ambil Alih Pemerintah

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLTARA,FORKOTNews-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyampaikan pemerintah akan mengambil alih lahan yang tidak dimanfaatkan selama dua tahun berturut-turut.

Kebijakan ini diberlakukan terhadap tanah yang sudah besertifikat namun tidak digunakan untuk aktivitas ekonomi atau pembangunan apa pun.

“Terhadap yang sudah terpetakan dan besertifikat, manakala sejak dia disertifikatkan dalam waktu dua tahun tidak ada aktivitas ekonomi maupun aktivitas pembangunan apa-apa atau dalam arti tanah tersebut tidak didayagunakan kemanfaatannya, maka pemerintah wajib memberikan surat peringatan,” kata Nusron dalam acara Pengukuhan dan Rakernas I PB IKA-PMII Periode 2025-2030 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan,Minggu (13.07.2025)

Ia menuturkan proses peringatan dilakukan secara bertahap hingga tanah tersebut bisa ditetapkan sebagai tanah telantar.

Tahapan dimulai dari pemberitahuan awal, lalu surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga. Setelah itu, jika dalam kurun waktu total 587 hari sejak surat pertama tidak ada perubahan, tanah tersebut ditetapkan sebagai objek land reform.

Land reform atau reforma agraria adalah kebijakan pemerintah untuk mendistribusikan kembali tanah kepada masyarakat, terutama kelompok yang tidak memiliki atau kekurangan lahan.

“Langkah pertama adalah BPN kirim surat. Tiga bulan dikasih kesempatan. Tiga bulan masih tidak ada aktivitas, kirimi surat, peringatan pertama. Tiga bulan lagi dikirimi surat, tidak ada keterangan lagi, peringatan kedua,” ujarnya.

“Tiga bulan lagi, masih tidak ada aktivitas, dikasih kesempatan lagi, tiga bulan lagi, masih tidak ada aktivitas, dikasih waktu enam bulan untuk melakukan perundingan. Masih tidak ada aktivitas lagi, maka pemerintah menetapkan itu menjadi tanah telantar,” jelasnya.

Nusron menyebut proses tersebut secara keseluruhan memakan waktu dua tahun ditambah 587 hari atau hampir empat tahun sebelum tanah resmi dikategorikan sebagai telantar.

Ia menambahkan saat ini dari total 55,9 juta hektare lahan bersertifikat, terdapat 1,4 juta hektare yang berstatus sebagai tanah terlantar secara nasional dan menjadi bagian dari program reforma agraria.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh bentuk hak atas tanah seperti Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), hingga hak pakai, tanpa pengecualian.
“Jadi misal bapak-bapak sekalian punya HGU atau punya HGB, sudah dua tahun tidak diapa-apakan, maka pemerintah bisa tetapkan jadi tanah telantar,” kata Nusron.

(Redaksi)

Berita Terkait

Ramin Buhang : Dinas Perkimtan Boltara Mendapat Tambahan 1.200 Unit Rumah BSPS‎
Kementerian Apresiasi kinerja Bupati SJL Dalam Mengawal Sejumlah Program Strategis Pusat dan Daerah
‎Bupati SJL Paparkan Substansi Bidang Pertanian Boltara di Ruang Kerja Mentan
Di Terima Sekjen Kemendagri Bupati SJL Bahas Penguatan Fiskal Penanggulangan Kemiskinan Daerah
GIAT KAMIS MENGAJI PEMKAB BOLTARA BENTUK PENGUATAN KARAKTER APARATUR SIPIL NEGARA
BUPATI SJL PIMPIN DISTRIBUSI BANTUAN KEMANUSIAAN BENCANA ALAM SOLIMANDUNGAN
BUPATI SJL PIMPIN UPACARA HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI 2026
Breaking News:Korsleting Listrik Gedung PTSP Boltara di Lalap si Jago Merah

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:51

Ramin Buhang : Dinas Perkimtan Boltara Mendapat Tambahan 1.200 Unit Rumah BSPS‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:17

Kementerian Apresiasi kinerja Bupati SJL Dalam Mengawal Sejumlah Program Strategis Pusat dan Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:15

‎Bupati SJL Paparkan Substansi Bidang Pertanian Boltara di Ruang Kerja Mentan

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:34

Di Terima Sekjen Kemendagri Bupati SJL Bahas Penguatan Fiskal Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:54

GIAT KAMIS MENGAJI PEMKAB BOLTARA BENTUK PENGUATAN KARAKTER APARATUR SIPIL NEGARA

Berita Terbaru