Perdana Operasi Canggih Batu Empedu, RSUD ODSK di Pimpin Ketua DPRD

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULUT ,ForkotNews – Tindakan bedah digestif perdana di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) ODSK yang dilaksanakan dengan sukses ,senin (6/6-2022)

Adapun operasi yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen, SpB, KBD bersama dr.Toar Mambu, SpB, KBD adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilaksakan di Sulawesi Utara. Operasi ikut didampingi oleh Tim Bedah Digestif RSUP Kandou yang dipimpin langsung oleh Dirut RSUP Kandou Dr. Dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD.

Dr. Andi dalam keterangan kepada media menjelaskan bahwa operasi yang dipimpinnya adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal. “Dengan teknik ini, jika Tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi,” urai satu-satunya Ketua DPRD di Indonesia yang juga berprofesi sebagai dokter ahli bedah digestif.

Direktur RSUD ODSK dr. Enriko H. Rawung, MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini. Dokter Enriko menguraikan pasien adalah seorang wanita berusia 70 tahun, dan operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, berjalan sukses. Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini. “Persiapannya cukup rumit dan kami gembira bisa terlaksana dengan baik. Dari hasil laporan yang kami terima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. Jika tidak ada komplikasi besok atau lusa pasien bisa pulang ,” tutur Direktur yang pernah menyabet ASN Eselon 3 terbaik tingkat Provinsi Sulut tahun 2012.

Masalah penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat. Asal tahu saja, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol. Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi. Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang, karena luka sayatan operasi sangat kecil,tutupnya.

(Vn)

Berita Terkait

infrastruktur (Alkes) RSUD Boltara Berkarat Pasien Sekarat
Bupati SJL : Tahun 2026 Siap Action Peningkatan Layanan Kesehatan RSUD Boltara
Bupati DR.Sirajudin Lasena SE M,Ec Dev Pimpin Upacara HKN Ke-16, 2025 
Pemkab Boltara Terima Penghargaan Sertifikat Nasional Kemenkes Tahun 2025
DPC SBSI BOLMUT DESAK RSUD BOLMUT BAYARKAN HONOR DAN THR PETUGAS CLEANING SERVICE
Dinas Kesehatan Bolmut, Serahkan Sertifikat Akreditasi Puskesmas Se-Bolmut pada Momentum HKN Ke-60
Darwin Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-60
Sekda JCM Optimis Bolmut akan kembali Raih Sensanitasional Award Sulut 2024

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 06:41

infrastruktur (Alkes) RSUD Boltara Berkarat Pasien Sekarat

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:12

Bupati SJL : Tahun 2026 Siap Action Peningkatan Layanan Kesehatan RSUD Boltara

Rabu, 12 November 2025 - 02:30

Bupati DR.Sirajudin Lasena SE M,Ec Dev Pimpin Upacara HKN Ke-16, 2025 

Kamis, 21 Agustus 2025 - 02:40

Pemkab Boltara Terima Penghargaan Sertifikat Nasional Kemenkes Tahun 2025

Selasa, 18 Maret 2025 - 17:55

DPC SBSI BOLMUT DESAK RSUD BOLMUT BAYARKAN HONOR DAN THR PETUGAS CLEANING SERVICE

Berita Terbaru