BOROKO,FORKOTNews.com—Kehadiran Kepala Kejaksaan tinggi (kajati) Sulawesi Utara,Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH.MH bersama Rombongan di Wilayah Kerja Kabupaten Bolaang Mongondow utara menjadi Pemantik daya ingat Publik atas penanganan penindakan sejumlah Dugaan Kasus Korupsi Miliaran Rupiah yang hingga saat ini mangkrak seperti contoh dugaan Korupsi Dana Tunjangan Pimpinan DPRD Periode 2020-2024, padahal kerugian Negara sangat jelas di dukung oleh bukti bukti otentik ,kamis (05.02.2026)
Kehadiran Kajati Sulut , Jacob Hendrik Pattipeilohy,SH.MH bersama Rombongan Lengkap dengan Baju dinas Kebesaran lembaga yudikatif di Kabupaten Boltara menjadi perhatian publik sejumlah agenda telah di jadwalkan dalam rangka mendukung pengembangan UMKM dan Kerja sama bersama Pemda kabupaten Boltara hal ini di sambut baik oleh masyarakat BoLtara.
”Namun ada yang menggelitik ketika di daerah yang kemarin di hebohkan oleh sejumlah dugaan kasus korupsi Miliaran Rupiah serta lengkap dengan bukti bukti Otentiknya,tetapi hingga saat ini tidak ada klarifikasi Resmi dari Lembaga Kejaksaan Republik indonesia ,proses atau tindak lanjut kasusnya sudah sampai di mana,padahal proses penyelidikan operasionalnya sudah menggunakan uang negara oleh Kejaksaan Negeri Boltara,”
Publik Menduga ada kesepakatan Jahat Oknum Oknum tertentu yang sengaja mempermainkan hukum bahkan di duga ada oknum oknum jaksa yang telah menerima keuntungan atas proses kasus kasus di boltara,olehnya Publik dan masyarakat Mendesak agar Kajati Sulut dan Kajari Boltara memberikan klarifikasi secara terbuka tentang status Penanganan dugaan Sejumlah kasus Korupsi di wilayah kerja kejaksaan Negeri Boltara,Masyarakat meminta agar Kejaksaan Agung Republik indonesia Mengawasi Penanganan kasus ini sampai tuntas,**
(Redaksi)









